PELATIHAN PEMBUATAN SIMPLISIA DAN HERBAL TEA DI KOMPLEKS PERUMAHAN GURU KELURAHAN AIR HITAM SAMARINDA

Authors

  • Muhammad Lucky Efendi Prodi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Andias Tanto Wibowo Prodi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Angelica Stefy Prodi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Anisa Febriany Agustin Prodi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Muhammad Reza Abirpratama Prodi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Yudithia Widianing Prodi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.51352/erau.v5i2.927

Keywords:

Simplisia, Teh Herbal, Pengolahan Simplisia, Tanaman Herbal, Bahan Alam

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dicapai melalui pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, termasuk pemanfaatan tanaman herbal. Tren “kembali ke alam” (back to nature) mendorong penggunaan tanaman obat, seperti kunyit, jahe, serai, yang mengandung senyawa bioaktif bermanfaat bagi kesehatan. Masyarakat umumnya belum memahami cara pengolahan herbal dengan baik dan benar sehingga manfaat yang diperoleh kurang maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi simplisia dan teh herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 25 Mei 2025 di Kompleks Perumahan Guru Kelurahan Air Hitam, Samarinda, oleh dosen dan mahasiswa STIKSAM. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan/edukasi, demonstrasi pengolahan simplisia dan teh herbal. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan, dimana sebelum edukasi 18,5% peserta yang paham dan setelah edukasi 91% Setelah pelatihan diharapkan peserta dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh, sehingga kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam pencegahan penyakit berbasis herbal serta dapat menjadi peluang usaha. Keberlanjutan program memerlukan dukungan pemerintah dan kader kesehatan untuk memastikan dampak jangka panjang, sehingga pendekatan ini sejalan dengan strategi promotif-preventif dalam sistem kesehatan primer Indonesia.

Downloads

Published

2026-10-25