Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau <p style="text-align: justify;">Jurnal Abdi Masyarakat ERAU merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. "Erau" Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Abdi Masyarakat ERAU merupakan jurnal elektronik yang menyajikan artilkel berasal dari multidisiplin Ilmu Kesehatan seperti Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Teknologi hasil pangan, Teknologi hasil pertanian dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober.</p> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda en-US Jurnal Abdi Masyarakat Erau 2829-5501 PENINGKATAN LITERASI PENGGUNAAN OBAT YANG BAIK DAN BENAR BAGI PELAJAR SMA NEGERI 11 SAMARINDA https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/925 <p style="font-weight: 400;">Pengetahuan masyarakat mengenai dunia kesehatan, terutama obat masih sangat terbatas, padahal obat merupakan bahan yang mudah kita temukan di sekitar kita. Obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat klinis yang optimal. Pada kegiatan ini dilakukan penyuluhan tentang penggunaan obat yang baik dan benar di SMA Negeri 11 Samarinda dimana akan diberikan penjelasan tentang obat. Penggunaan obat semakin banyak belum didukung pengetahuan masyarakat mengenai cara konsumsi hingga pembuangan limbah obat yang baik dan aman bagi lingkungan. Pemberian informasi yang benar penggunaan obat menjadi kebutuhan masyarakat agar terhindar dampak buruk kesehatan diri maupun lingkungan. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut adalah kegiatan sosialisasi atau penyuluhan DAGUSIBU kepada siswa dan siswi SMA Negeri 11 Samarinda. Pada kegiatan penyuluhan tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar akan membahas materi yang disosialisasikan yaitu penjelasan definisi umum obat, klasifikasi obat yang terdiri atas obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat psikotropik dan obat narkotik. Kemudian penjelasan sediaan obat dan cara penggunaannya, perlu perhatian khusus agar tidak salah dalam menggunakannya serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar.</p> Erlinda Ernita Marselina P.T Fanesa Mayyadah Riskan Azra Rizka Clara N Romanndo Michael V.D.H.S Yulika Heri Wijaya Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 1 10 10.51352/erau.v5i1.925 PENYULUHAN DAN EDUKASI PENTINGNYA PERTOLONGAN PERTAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI PANTI SOSIAL ANAK DHARMA, LOA JANAN ILIR, SAMARINDA https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/934 <p>Pertolongan pertama adalah tindakan awal yang dilakukan untuk menangani kondisi darurat sebelum bantuan medis profesional tersedia. Namun, pemahaman mengenai pentingnya pertolongan pertama masih rendah, terutama di kalangan anak-anak panti sosial yang rentan mengalami cedera ringan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang pertolongan pertama kepada anak-anak di Panti Sosial Anak Dharma, Loa Janan Ilir, Samarinda. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi secara interaktif, pembagian leaflet, simulasi pertolongan pertama, serta evaluasi melalui pretest dan post test. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Mei 2025 dan diikuti oleh 35 anak berusia 11–19 tahun. Materi mencakup penanganan awal pada kondisi seperti luka, pingsan, tersedak, mimisan, patah tulang, dan shock. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebanyak 60% peserta mencapai skor tinggi pada postest, menunjukkan efektivitas metode edukasi yang diterapkan. Selain peningkatan pemahaman, kegiatan ini juga mendorong kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi situasi darurat. Kesimpulannya, edukasi pertolongan pertama mampu meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan dasar penanganan darurat pada anak-anak panti sosial. Diperlukan pelatihan lanjutan secara berkala dan penyediaan fasilitas penunjang seperti kotak P3K untuk menciptakan lingkungan yang aman dan siaga.</p> Novi Milasari Ranty Adinda Putri Devina Rahman Desita Eka Saharani Putri Yasmin Sakdah Azis Dewi Novita Luthfi Zulyanda Putra Ramses Luis Siahaan Ghina Adhila Reksi Sundu Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 11 20 10.51352/erau.v5i1.934 EDUKASI PENGGOLONGAN OBAT DAN PENGGUNAAN OBAT YANG AMAN DI SMPN 13 SAMARINDA https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/935 <p>Obat-obatan secara umum digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit. Pengawasan penggunaan obat-obatan saat ini dilakukan dengan memperkenalkan istilah DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang). Program pada pengabdian ini dirancang untuk membuat kesadaran siswa/i akan bahaya penyalahgunaan obat, termasuk obat bebas, obat keras, dan narkotika. Pengabdian ini menggunakan pendekatan dengan pengisian post test. Instrumen pengumpulan data berupa post test yang diberikan sesudah kegiatan edukasi. Kegiatan edukasi itu sendiri dilaksanakan menggunakan metode Flip chart dianggap dapat menjaga perhatian siswa/i terhadap materi pembelajaran dan mencegah peserta didik dari rasa bosan. interaktif yang dibantu media flip chart, diselingi permainan edukatif untuk membuat partisipasi siswa/i. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (10 siswa per kelompok) untuk memfasilitasi diskusi dan pemahaman yang lebih baik. Siswa/i yang awalnya tidak paham mengenai penggolongan obat dan cera penggunaan obat yang benar setelah dilakukan edukasi, mengindikasikan adanya pemahaman dari siswa/i tentang penggolongan obat dan cara penggunaan yang benar. Edukasi DAGUSIBU pada kelompok kecil menggunakan media flip chart berdampak pada peningkatan pengetahuan siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan kategori tinggi dari 33% menjadi 60% setelah dilakukan edukasi. Meskipun demikian, masih terdapat proporsi siswa dengan pemahaman sedang sebanyak 36,67%, menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang beragam dan terdiferensiasi untuk mencapai pemahaman optimal bagi seluruh siswa. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program edukasi kesehatan di sekolah-sekolah lain.</p> Patrilia Noor Dwi C Ferliani Fransisca Sa’pang Davi Kusuma Putri Faddilla Lastika Viola Dwinova Della Della Novi Aulia Paulina Fitriani Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 21 34 10.51352/erau.v5i1.935 EDUKASI PENGURANGAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DALAM KEMASAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA SISWA SMP NEGERI 38 DI KOTA SAMARINDA https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/936 <p>Peningkatan kasus Diabetes Melitus (DM) di Kalimantan Timur semakin banyak ditemukan, bahkan mulai terjadi pada kelompok usia remaja. Hal ini erat kaitannya dengan kebiasaan konsumsi gula yang tinggi serta pola hidup yang kurang sehat. Kelompok anak usia sekolah, khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dikategorikan sebagai kelompok rentan karena pada tahap ini tingkat konsumsi minuman manis masih tinggi, sementara pemahaman mengenai dampak kesehatan jangka panjangnya masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya konsumsi gula berlebih serta mengenalkan alternatif minuman sehat berbahan dasar alami sebagai langkah preventif terhadap DM sejak usia dini. SMP Negeri 38 Samarinda dipilih sebagai lokasi pengabdian karena terletak di wilayah padat penduduk dengan akses yang tinggi terhadap makanan dan minuman kemasan, serta belum pernah mendapatkan penyuluhan terkait pencegahan diabetes pada usia sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2025 dengan melibatkan 24 siswa kelas VII dan VIII. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, sesi tanya jawab, demonstrasi pembuatan minuman Bunga Telang, serta evaluasi menggunakan lembar kuisioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa; sebanyak 23 siswa sangat setuju bahwa pengurangan konsumsi makanan dan minuman manis dapat mencegah DM, dan 19 siswa menyadari pentingnya membatasi asupan gula harian. Demonstrasi minuman bunga telang diterima baik oleh siswa sebagai alternatif sehat. Kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi siswa mengenai risiko konsumsi gula berlebih. Oleh karena itu, upaya edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan serta didukung oleh peran sekolah dan keluarga guna mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan pada usia remaja.</p> Alfiana Dwi Puspita Adinda Puspita Sari Agnesia Naila Putri Sutra Ahmad Fahda Nur Merlin Triwulan Ningsih Mery Dira Nor Aini Monica Montessary Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 35 44 10.51352/erau.v5i1.936 Edukasi PENGETAHUAN TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK SETELAH EDUKASI PADA POSYANDU DI KELURAHAN GUNUNG KELUA, SAMARINDA ULU https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/939 <p>Penyakit infeksi dan resistensi antibiotik merupakan tantangan kesehatan yang kian meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Samarinda. Berdasarkan survei tahun 2023 menunjukan 22,1% penduduk Indonesia menggunakan antibiotik secara oral dalam satu tahun terakhir, dengan lebih dari 40% penggunaan tanpa resep dokter, hal ini menunjukkan sebuah praktik yang meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Penerapan pendekatan pengabdian masyarakat oleh institusi pendidikan kesehatan seperti STIKSAM adalah bentuk kontribusi nyata terhadap kesehatan publik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan masyarakat terkait resistensi antibiotik setelah dilakukan intervensi edukasi di Posyandu Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Juni 2025, melibatkan penyajian materi berbasis audiovisual, diskusi terbuka, permainan interaktif, dan pemberian kuesioner berisi 5 butir pertanyaan skala benar/salah. Hasil kuesioner dari 18 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang tinggi dengan rata-rata jawaban benar 86,7%, terutama dalam memahami fungsi antibiotik. Pemahaman terkait hubungan konsumsi antibiotik yang tepat dengan pencegahan resistensi perlu ditingkatkan dengan pemberian edukasi yang bekelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang tepat. </p> Triswanto Sentat Inthan Ramadhani Inthan Wahyulia Jesica Melinda Putri Syelda Revana Taufiq Hidayat Teresa Savira Nancilia Seso Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 45 57 10.51352/erau.v5i1.939 PELATIHAN PEMBUATAN PUDING UBI UNGU – TEPUNG BIJI ALPUKAT SEBAGAI ALTERNATIF CEMILAN SEHAT ANTIDIABETES https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/941 <p>Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat. Pola makan yang tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya diabetes. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi melalui penyuluhan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan sehat. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memperkenalkan pembuatan puding ubi ungu dengan kombinasi tepung biji alpukat sebagai alternatif camilan sehat yang memiliki indeks glikemik rendah dan kaya akan antioksidan. Ubi ungu mengandung antosianin yang berperan dalam mengontrol kadar gula darah serta serat yang baik untuk metabolisme tubuh. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan puding ubi ungu. Di dalam kegiatan ini, masyarakat berperan aktif selama sesi diskusi dan demonstrasi pembuatan puding. Namun, dalam implementasi sebagai cemilan alternatif perlu ada penyesuaian resep untuk memperbaiki cita rasa dari puding.</p> Ameliora Dwi Astani Yunika Ananda Putri Annastasya Bayu Cantikanuri Anisa Saputri Anita Armadani Nabila Rhomadhani Muhammad Rizky Ramadhani Muhammad Rezha Pahlevi Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 58 71 10.51352/erau.v5i1.941 EDUKASI PEMANFAATAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) DALAM MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA IBU – IBU PKK KELURAHAN SUNGAI KELEDANG https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/943 <p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK di Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang, dalam memanfaatkan bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai teh herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bunga telang kaya akan senyawa bioaktif seperti antosianin dan flavonoid yang berpotensi meningkatkan sistem imun. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi dan praktik langsung, meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan simplisia dan seduhan teh bunga telang, serta evaluasi pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dengan melibatkan 34 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan 47,06% mencapai kategori “baik” dan 47,06% “sangat baik”. Peserta juga diajarkan cara budidaya, pengolahan, dan pemanfaatan bunga telang sebagai produk bernilai ekonomi. Tantangan yang dihadapi termasuk koordinasi tim dan komunikasi dengan pemangku kepentingan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan tetapi juga membuka peluang kewirausahaan berbasis produk herbal lokal. Diharapkan inisiatif serupa dapat dikembangkan untuk mendukung kesehatan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi</p> Muhammad Marwan Ramadhan Kaleb Bagus Witjayanto Pasenga Khatimatul Huzna Vida Adistya Tri Islamiati Deli Khairunnsa Leilani Tresia Lempung Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 72 83 10.51352/erau.v5i1.943 PROMOSI KESEHATAN MENGENALI CACINGAN DAN DAMPAKNYA PADA KESEHATAN ANAK-ANAK DI SDN 001 SUNGAI KUNJANG https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/945 <p>Indonesia termasuk negara berkembang yang tidak terlepas dari masalah kesehatan penyakit cacingan. Prevalensi penyakit cacingan tinggi di Indonesia karena Indonesia beriklim tropis dan memiliki kelembapan udara yang tinggi sehingga memungkinkan perkembangan cacing semakin baik. Prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu yaitu antara 2,5% - 62%. Kelompok umur terbanyak pada usia 5-14 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan yang meliputi : penyampaian materi berupa PPT, vidio edukasi, dan pembagian poster. Bahan-bahan yang digunakan adalah spanduk, PPT materi, dan poster. Hasil diperoleh, bahwa sebagian besar siswa/i mengetahui tentang apa itu cacingan dan sebagian kecil siswa/i pernah terdampak cacingan karena kurangnya hidup bersih dan sehat. Selain itu, faktor lain yang menjadi alasan adalah kurangnya informasi orang tua mengenai cacingan kepada anak-anak sehingga mereka masih hidup sembarangan. Diperlukan edukasi lanjutan yang dikaitkan dengan keikutsertaan orang tua dalam program ini. Hasil yang kami dapat dilihat dari hasil kuesioner dari 27 siswa/i menunjukkan bahwa mayoritas responden (66,67%) memberikan jawaban “YA” pada pertanyaan yang menunjukkan pemahaman positif tentang pencegahan dan pengetahuan dasar mengenai cacingan. Sebaliknya, sebanyak (33,33%) siswa/i masih memberikan jawaban “TIDAK” yang ditunjukkan dengan masih adanya pemahaman yang kurang terhadap perilaku hidup bersih.</p> Siti Jubaidah Chennia Yovinta Kurniawan Marisa Sa’Diah Maris Veronica Buring Kristina Wiwi Qori Agustiana Florecitha Brigitha Ceq Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 84 95 10.51352/erau.v5i1.945 EDUKASI OBAT CACING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN PADA BALITA DI POSYANDU BAKUNG, MOYUDAN, SLEMAN https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/980 <p>Infeksi kecacingan merupakan permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian, baik di Indonesia maupun secara global. Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah infeksi kecacingan terbesar, di dunia. Infeksi ini dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan kecerdasan, terutama pada anak. Sehingga perlu adanya edukasi pada orangtua sebagai upaya pencegahan kecacingan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan memberikan edukasi mengenai obat cacing untuk pencegahan kecacingan balita kepada Ibu-Ibu di Posyandu Bakung. Kegiatan pengabdian berupa edukasi menggunakan metode ceramah. Materi yang disampaikan meliputi penyakit kecacingan, pencegahan dan upaya pengobatannya. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 23 ibu. Sebesar 94% peserta merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor posttest (98 + 3,7) dibandingkan dengan skor pretest (93 + 5,9). Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Posyandu Bakung berjalan dengan lancar. Kegiatan terbukti meningkatkan pemahaman peserta, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor dari 93 (pretest) menjadi 98 (posttest).</p> Amrullah Fitria Sari Jingga Putri Rindiani Putri Diva Maylani Tazkia Alia Putri Qarriy Aina Urfiyya Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 5 1 96 104 10.51352/erau.v5i1.980