Edukasi PENGETAHUAN TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK SETELAH EDUKASI PADA POSYANDU DI KELURAHAN GUNUNG KELUA, SAMARINDA ULU

  • Triswanto Sentat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Inthan Ramadhani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Inthan Wahyulia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Jesica Melinda Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Syelda Revana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Taufiq Hidayat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
  • Teresa Savira Nancilia Seso Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Keywords: Antibiotik, Resistensi, Edukasi, Pemgetahuan, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Penyakit infeksi dan resistensi antibiotik merupakan tantangan kesehatan yang kian meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Samarinda. Berdasarkan survei tahun 2023 menunjukan 22,1% penduduk Indonesia menggunakan antibiotik secara oral dalam satu tahun terakhir, dengan lebih dari 40% penggunaan tanpa resep dokter, hal ini menunjukkan sebuah praktik yang meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Penerapan pendekatan pengabdian masyarakat oleh institusi pendidikan kesehatan seperti STIKSAM adalah bentuk kontribusi nyata terhadap kesehatan publik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan masyarakat terkait resistensi antibiotik setelah dilakukan intervensi edukasi di Posyandu Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Juni 2025, melibatkan penyajian materi berbasis audiovisual, diskusi terbuka, permainan interaktif, dan pemberian kuesioner berisi 5 butir pertanyaan skala benar/salah. Hasil kuesioner dari 18 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang tinggi dengan rata-rata jawaban benar 86,7%, terutama dalam memahami fungsi antibiotik. Pemahaman terkait hubungan konsumsi antibiotik yang tepat dengan pencegahan resistensi perlu ditingkatkan dengan pemberian edukasi yang bekelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang tepat.

Published
2026-04-28