EDUKASI PENGURANGAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DALAM KEMASAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA SISWA SMP NEGERI 38 DI KOTA SAMARINDA
Abstract
Peningkatan kasus Diabetes Melitus (DM) di Kalimantan Timur semakin banyak ditemukan, bahkan mulai terjadi pada kelompok usia remaja. Hal ini erat kaitannya dengan kebiasaan konsumsi gula yang tinggi serta pola hidup yang kurang sehat. Kelompok anak usia sekolah, khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dikategorikan sebagai kelompok rentan karena pada tahap ini tingkat konsumsi minuman manis masih tinggi, sementara pemahaman mengenai dampak kesehatan jangka panjangnya masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya konsumsi gula berlebih serta mengenalkan alternatif minuman sehat berbahan dasar alami sebagai langkah preventif terhadap DM sejak usia dini. SMP Negeri 38 Samarinda dipilih sebagai lokasi pengabdian karena terletak di wilayah padat penduduk dengan akses yang tinggi terhadap makanan dan minuman kemasan, serta belum pernah mendapatkan penyuluhan terkait pencegahan diabetes pada usia sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2025 dengan melibatkan 24 siswa kelas VII dan VIII. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, sesi tanya jawab, demonstrasi pembuatan minuman Bunga Telang, serta evaluasi menggunakan lembar kuisioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa; sebanyak 23 siswa sangat setuju bahwa pengurangan konsumsi makanan dan minuman manis dapat mencegah DM, dan 19 siswa menyadari pentingnya membatasi asupan gula harian. Demonstrasi minuman bunga telang diterima baik oleh siswa sebagai alternatif sehat. Kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi siswa mengenai risiko konsumsi gula berlebih. Oleh karena itu, upaya edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan serta didukung oleh peran sekolah dan keluarga guna mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan pada usia remaja.
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdi Masyarakat Erau

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



